<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>VIRTUAL BOARDING SCHOOL</title>
	<atom:link href="http://ahmadinda.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ahmadinda.wordpress.com</link>
	<description>All about education in boarding school</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Mar 2009 02:36:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ahmadinda.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/0206a44fc02eb818c7231b2fea9b7364?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>VIRTUAL BOARDING SCHOOL</title>
		<link>http://ahmadinda.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ahmadinda.wordpress.com/osd.xml" title="VIRTUAL BOARDING SCHOOL" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ahmadinda.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>MERASAKAN ISLAM DI NEGARA BUKAN ISLAM</title>
		<link>http://ahmadinda.wordpress.com/2009/03/23/merasakan-islam-di-negara-bukan-islam/</link>
		<comments>http://ahmadinda.wordpress.com/2009/03/23/merasakan-islam-di-negara-bukan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 09:46:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fundonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam world]]></category>
		<category><![CDATA[agama rahmat]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Disiplin]]></category>
		<category><![CDATA[islami]]></category>
		<category><![CDATA[menghormati sesama]]></category>
		<category><![CDATA[prinsip-prinsip islam]]></category>
		<category><![CDATA[saling menghargai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadinda.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Islam agama yang membawa rahmat untuk semua manusia<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadinda.wordpress.com&amp;blog=6805681&amp;post=15&amp;subd=ahmadinda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Islam adalah sebuah agama yang relevan dengan segala zaman dan bisa di terapkan di daerah mana saja, bukan agama khusus untuk orang Arab melainkan agama untuk semua umat manusia. Ia merupakan agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam raya. Maka seharusnya masyarakat yang memeluk Islam akan mancapai kemajuan. Namun jujur kita akui bahwa saat ini Negara yang mayoritas berpenduduk muslim justru merupakan Negara yang tidak stabil secara ekonomi, politik, banyak pergolakan dan agak sulit untuk berkembang. Sekedar menyebut contoh adalah Libya, Afganistan, Irak, Mesir, dan juga tentunya Indonesia. Indonesia sendiri adalah Negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Dengan status seperti itu pasti kita membayangkan nuansa Islam yang bisa dirasakan ketika kita hidup di dalamnya. Karena ketika Islam sudah diyakini sebagai sebuah jalan hidup maka seharusnya kehidupan sosial bermasyarakatnya akan sangat islami. Namun yang terjadi tidaklah demikian. Kita ambil contoh kecil yang sebenarnya Islam sudah jelas-jelas mengaturnya yaitu masalah kebersihan. Dalam Islam telah dijelaskan bahwa kebersihan adalah sebagian dari pada iman. Namun kebanyakan orang Islam Indonesia yang merupakan penduduk mayoritas tidak mempedulikan masalah kebersihan. Di tempat-tempat umum sampah bertebaran di mana-mana. Bahkan di bandara Soekarno Hatta yang merupakan gerbang pertama masuknya orang dari luar negeri tidak terjaga kebersihannya. Padahal bandara merupakan tempat yang mencerminkan budaya sebuah Negara. Pelayanan di bandara, kenyamanan, keamanan, dan kebersihannya merupakan sebuah cerminan jelas wajah sebuah Negara. Namun di Negara kita, bandara sudah tidak jauh beda dengan terminal bus. Sebuah tempat di Indonesia yang ketika orang mendengar nama tersebut kesan pertama yang muncul adalah tempat yang jorok, bau, dan penuh dengan sampah. Sesuatu yang sangat tidak islami bukan karena –sekali lagi- Islam dengan jelas mengatur itu semua. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Tahun 2004 yang lalu saya pernah mengikuti pertukaran mahasiswa di London. Hampir satu bulan saya tinggal di sana, saya merasakan nuansa Islam khususnya yang berkaitan dengan hal-hal yang saya ungkapkan di atas. Rata-rata penduduk London sangat ramah terhadap orang asing, menghormati sesama, saling menghargai, disiplin, dan sangat memperhatikan kebersihan. Kaitannya dengan maslah kebersihan, saya nyaris tidak pernah menemukan sampah di tempat-tempat umum. Bahkan saya pernah menemukan sebuah toilet khusus untuk anjing di tepi jalan. Bandingkan dengan Indonesia. Jelas-jelas di sebuah tempat dilarang kencing tapi kenyataannya masih ada saja yang melakukannya di tempat tersebut. Subhanallah…. Mereka yang tidak pernah belajar tentang Islam tapi di luar kesadarannya mereka telah menerapkan prinsip-prinsip Islam dengan baik. Sedangkan kita yang mengaku Islam dan sedikit banyak telah mengetahui ajaran-ajarannya tapi tidak pernah berusahan memakainya di kehidupan sehari-hari. Bagaimana menurut anda… ?</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadinda.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadinda.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadinda.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadinda.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahmadinda.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahmadinda.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahmadinda.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahmadinda.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadinda.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadinda.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadinda.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadinda.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadinda.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadinda.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadinda.wordpress.com&amp;blog=6805681&amp;post=15&amp;subd=ahmadinda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadinda.wordpress.com/2009/03/23/merasakan-islam-di-negara-bukan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/94b5e1e70a0b2d55b160e499f5d77be8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DISIPLIN ADALAH HARGA MATI</title>
		<link>http://ahmadinda.wordpress.com/2009/03/23/disiplin-adalah-harga-mati/</link>
		<comments>http://ahmadinda.wordpress.com/2009/03/23/disiplin-adalah-harga-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 09:00:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fundonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Disiplin]]></category>
		<category><![CDATA[budaya disiplin]]></category>
		<category><![CDATA[harga mati]]></category>
		<category><![CDATA[kemajuan bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[usia dini]]></category>
		<category><![CDATA[wajah Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadinda.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Kalau mau jujur, bangsa kita adalah bangsa yang memiliki tingkat kedisiplinan yang rendah. Untuk membuktikannya kita tidak perlu mengadakan penelitian mendalam tentang hal itu. Cukup kita meluangkan sedikit waktu untuk pergi ke tempat-tempat umum semisal terminal, stasiun, rumah sakit, air port, atau pasar. Diamlah di tempat itu untuk beberapa saat dan amati lingkungan di sekitar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadinda.wordpress.com&amp;blog=6805681&amp;post=11&amp;subd=ahmadinda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div></div>
<p><span style="color:#0000ff;"></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"><span style="color:#000000;">Kalau mau jujur, bangsa kita adalah bangsa yang memiliki tingkat kedisiplinan yang rendah. Untuk membuktikannya kita tidak perlu mengadakan penelitian mendalam tentang hal itu. Cukup kita meluangkan sedikit waktu untuk pergi ke tempat-tempat umum semisal terminal, stasiun, rumah sakit, air port, atau pasar. Diamlah di tempat itu untuk beberapa saat dan amati lingkungan di sekitar anda. Ambil contoh stasiun misalnya. Saya berani menjamin anda akan menemukan sampah di mana-mana, orang yang tidak tertib mengantri untuk membeli tiket, penjual kaki lima yang dengan semrawut berjualan di tempat yang sebenarnya di situ dilarang untuk berjualan. Saya yakin setiap orang tahu bahwa membuang sampah harus di tempat sampah, membeli tiket harus ngantri. Singkatnya semua orang pasti sudah tahu aturannya, hukumnya. Tapi mengapa itu semua masih saja terjadi. Disiplin. Yah… tepat sekali, disiplin adalah kata kuncinya. Kita sering sekali tidak berdisiplin terhadap sebuah pertaturan yang sudah kita pahami. Bayangkan jika setiap orang di mana saja berdisiplin untuk membuang sampah pada tempatnya, berjualan sesuai aturan, mengantri dengan tertib. Alangkah indahnya wajah Indonesia. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"><span style="color:#000000;">Disiplin merupakan sebuah budaya. Dia tidak bisa diciptakan dengan instant. Dibutuhkan proses untuk menanamkan budaya disiplin pada manusia Indonesia dan dibutuhkan sebuah institusi untuk mengenalkannya kepada setiap orang sejak usia dini. Institusi tersebut adalah sekolah dengan semua tingkatannya dan boarding school adalah model sekolah yang sangat efektif untuk menanamkan budaya disiplin sejak dini. Maka adalah hal yang menggembirakan jika dewasa ini bermunculan sekolah dengan system asrama (boarding school) karena memang telah terbukti keunggulan sistemnya. Jadi, jangan ragu lagi untuk menyekolahkan putra-putri anda di sekolah yang bersistem asrama. Karena di dalamnya putra-putri anda akan mendapatkan pendidikan dalam ma’na yang sebenarnya. Dan anda harus selalu ingat bahwa menanamkan budaya disiplin kepada putra-putri anda juga bagian dari tugas anda. Singkatnya kita harus dukung penuh pembentukan budaya disiplin di bangsa kita karena disiplin adalah harga mati untuk membayar kemajuan bangsa ini. </span></span></p>
<p> </p>
<p></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadinda.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadinda.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadinda.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadinda.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahmadinda.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahmadinda.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahmadinda.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahmadinda.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadinda.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadinda.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadinda.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadinda.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadinda.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadinda.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadinda.wordpress.com&amp;blog=6805681&amp;post=11&amp;subd=ahmadinda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadinda.wordpress.com/2009/03/23/disiplin-adalah-harga-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/94b5e1e70a0b2d55b160e499f5d77be8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
